Panduan sholat · untuk pemula dan yang ingin kembali

Tata cara sholat, langkah demi langkah

Semua yang dibaca dan dikerjakan dalam sholat dua rakaat, dari takbiratul ihram sampai salam. Setiap langkah dilengkapi teks Arab, bacaan Latin, arti dan sumbernya. Panduan ini mengikuti mazhab Syafi'i, yang diikuti sebagian besar umat Islam di Indonesia; perbedaan dengan mazhab lain disebut singkat.

Jawaban singkat

Berwudhu, menghadap kiblat dan berniat. Ucapkan Allahu akbar, baca doa iftitah, Al-Fatihah dan satu surat, lalu rukuk, i'tidal, sujud dua kali, dan berdiri untuk rakaat berikutnya. Setelah rakaat terakhir, duduk untuk tasyahud dan shalawat, berdoa, lalu salam ke kanan dan ke kiri dengan Assalamu 'alaikum wa rahmatullah. Di bawah ini setiap langkah sholat dua rakaat seperti Subuh, termasuk qunut.

Sebelum sholat

  • Sudah masuk waktu. Setiap sholat punya waktunya (QS. An-Nisa 4:103). Lihat jadwal sholat kota Anda.
  • Dalam keadaan berwudhu. “Allah tidak menerima sholat salah seorang dari kalian jika ia berhadats sampai ia berwudhu” (Shahih al-Bukhari 135, Shahih Muslim 225). Panduan wudhu (bahasa Inggris): Wudu.
  • Badan, pakaian dan tempat suci, dan aurat tertutup.
  • Menghadap kiblat, yaitu arah Ka'bah di Makkah (QS. Al-Baqarah 2:144). Cari arah kiblat.

Niat sholat lima waktu

Niat adalah kehendak di dalam hati, dan itulah yang wajib. Lafal di bawah ini tidak berasal dari hadits; ia disusun para ulama mazhab Syafi'i agar hati lebih mudah menghadirkan niat, dan dibaca pelan sebelum takbiratul ihram. Sebagian ulama lain tidak menganjurkan melafalkan niat. Jika menjadi makmum, tambahkan makmuman setelah mustaqbilal qiblati; jika menjadi imam, imaman.

Niat sholat Subuh

أُصَلِّي فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Ushalli fardhash shubhi rak'ataini mustaqbilal qiblati ada'an lillahi ta'ala

Aku berniat sholat fardhu Subuh dua rakaat menghadap kiblat, tunai, karena Allah Ta'ala.

Niat sholat Dzuhur

أُصَلِّي فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Ushalli fardhazh zhuhri arba'a raka'atin mustaqbilal qiblati ada'an lillahi ta'ala

Aku berniat sholat fardhu Dzuhur empat rakaat menghadap kiblat, tunai, karena Allah Ta'ala.

Niat sholat Ashar

أُصَلِّي فَرْضَ الْعَصْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Ushalli fardhal 'ashri arba'a raka'atin mustaqbilal qiblati ada'an lillahi ta'ala

Aku berniat sholat fardhu Ashar empat rakaat menghadap kiblat, tunai, karena Allah Ta'ala.

Niat sholat Maghrib

أُصَلِّي فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Ushalli fardhal maghribi tsalatsa raka'atin mustaqbilal qiblati ada'an lillahi ta'ala

Aku berniat sholat fardhu Maghrib tiga rakaat menghadap kiblat, tunai, karena Allah Ta'ala.

Niat sholat Isya

أُصَلِّي فَرْضَ الْعِشَاءِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Ushalli fardhal 'isya'i arba'a raka'atin mustaqbilal qiblati ada'an lillahi ta'ala

Aku berniat sholat fardhu Isya empat rakaat menghadap kiblat, tunai, karena Allah Ta'ala.

Tata cara sholat dua rakaat, langkah demi langkah

Satu rakaat adalah satu putaran berdiri, rukuk, i'tidal dan dua sujud. Sholat Subuh dua rakaat, jadi langkah-langkah di bawah ini adalah sholat Subuh yang lengkap. Sholat yang lebih panjang mengulang putaran yang sama.

  1. Niat di dalam hati

    Hadirkan di hati sholat apa yang akan Anda kerjakan, misalnya dua rakaat fardhu Subuh. Dalam mazhab Syafi'i, niat dihadirkan bersamaan dengan takbiratul ihram. Nabi ﷺ bersabda: “Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya” (Shahih al-Bukhari 1, Shahih Muslim 1907). Lafal niat yang biasa diajarkan di Indonesia ada di bagian niat sholat lima waktu.

  2. Takbiratul ihram

    Angkat kedua tangan dengan telapak menghadap kiblat, ujung jari sejajar telinga dan telapak sejajar bahu, lalu ucapkan:

    اللَّهُ أَكْبَرُ

    Allahu akbar

    Allah Mahabesar.

    Takbir membuka sholat · Sunan Abu Dawud 61, Jami' at-Tirmidzi 3

    Mulai saat ini, pandangan diarahkan ke tempat sujud dan badan tenang.

  3. Bersedekap dan membaca doa iftitah

    Letakkan tangan kanan di atas pergelangan tangan kiri, di bawah dada dan di atas pusar. Lalu baca doa iftitah dengan pelan. Yang paling sering diajarkan di Indonesia:

    اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا. وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ، إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ

    Allahu akbar kabira, walhamdu lillahi katsira, wa subhanallahi bukratan wa ashila. Wajjahtu wajhiya lilladzi fatharas samawati wal ardha hanifan musliman wa ma ana minal musyrikin. Inna shalati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi rabbil 'alamin. La syarika lahu wa bidzalika umirtu wa ana minal muslimin.

    Allah Mahabesar dengan sebesar-besarnya, segala puji yang banyak bagi Allah, Mahasuci Allah pagi dan petang. Aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi, dengan lurus dan berserah diri, dan aku bukan termasuk orang-orang musyrik. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan seluruh alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya; dengan itulah aku diperintah, dan aku termasuk orang-orang yang berserah diri.

    Bagian pertama: Shahih Muslim 601 (Ibnu Umar). Bagian kedua: Shahih Muslim 771 (Ali bin Abi Thalib). Lafal yang diajarkan di Indonesia sedikit berbeda dari riwayat Muslim, misalnya “wa ana minal muslimin”.

    Doa iftitah yang lebih pendek juga sah, misalnya Subhanakallahumma wa bihamdika, wa tabarakasmuka, wa ta'ala jadduka, wa la ilaha ghairuk (Sunan Abu Dawud 775, Jami' at-Tirmidzi 243).

  4. Ta'awudz dan membaca Al-Fatihah

    Baca dengan pelan:

    أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

    A'udzu billahi minasy syaithanir rajim

    Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.

    QS. An-Nahl 16:98

    Lalu baca Al-Fatihah. Ia rukun di setiap rakaat: “Tidak ada sholat bagi orang yang tidak membaca Al-Fatihah” (Shahih al-Bukhari 756, Shahih Muslim 394). Dalam mazhab Syafi'i, basmalah adalah ayat pertama Al-Fatihah, jadi ikut dikeraskan pada sholat jahr (Subuh, serta dua rakaat pertama Maghrib dan Isya). Setelahnya ucapkan Amin, dikeraskan pada sholat jahr.

    بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

    Bismillahir rahmanir rahim

    Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

    ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ

    Alhamdu lillahi rabbil 'alamin

    Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam,

    ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

    Ar-rahmanir rahim

    Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang,

    مَٰلِكِ يَوْمِ ٱلدِّينِ

    Maliki yaumid din

    Pemilik hari pembalasan.

    إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

    Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in

    Hanya kepada-Mu kami menyembah, dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan.

    ٱهْدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلْمُسْتَقِيمَ

    Ihdinash shirathal mustaqim

    Tunjukilah kami jalan yang lurus,

    صِرَٰطَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ ٱلْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا ٱلضَّآلِّينَ

    Shirathal ladzina an'amta 'alaihim, ghairil maghdhubi 'alaihim wa ladh dhallin

    jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan jalan mereka yang dimurkai, dan bukan pula jalan mereka yang sesat.

    QS. Al-Fatihah 1:1-7 · baca dengan audio. Lalu ucapkan Amin (Ya Allah, kabulkanlah).

  5. Membaca surat

    Pada dua rakaat pertama, baca satu surat atau beberapa ayat setelah Al-Fatihah. Hukumnya sunnah. Surat pendek yang mudah untuk memulai adalah Al-Ikhlas:

    قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ (1) ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ (2) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (3) وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدٌۢ (4)

    Qul huwallahu ahad. Allahush shamad. Lam yalid wa lam yulad. Wa lam yakun lahu kufuwan ahad.

    Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat bergantung segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan Dia.

    QS. Al-Ikhlas 112:1-4 · Surah Al-Ikhlas

  6. Rukuk

    Angkat kedua tangan seperti takbiratul ihram sambil mengucapkan Allahu akbar, lalu membungkuk. Punggung dan kepala lurus, telapak tangan menggenggam lutut. Baca tiga kali:

    سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ

    Subhana rabbiyal 'azhimi wa bihamdih

    Mahasuci Tuhanku Yang Mahaagung, dan dengan memuji-Nya.

    Shahih Muslim 772 (tanpa “wa bihamdih”); dengan tambahan itu: Sunan Abu Dawud 870

  7. I'tidal

    Bangkit sambil mengangkat kedua tangan dan mengucapkan:

    سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

    Sami'allahu liman hamidah

    Allah mendengar orang yang memuji-Nya.

    Setelah berdiri tegak, baca:

    رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَاوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ

    Rabbana lakal hamdu mil'us samawati wa mil'ul ardhi wa mil'u ma syi'ta min syai'in ba'du

    Ya Tuhan kami, bagi-Mu segala puji, sepenuh langit, sepenuh bumi, dan sepenuh apa saja yang Engkau kehendaki setelah itu.

    Shahih Muslim 476 (Abdullah bin Abi Aufa)

    Pada rakaat kedua sholat Subuh, mazhab Syafi'i membaca doa qunut di posisi ini, sebelum sujud.

  8. Sujud

    Ucapkan Allahu akbar dan turun bersujud, lutut lebih dulu lalu tangan. Tujuh anggota menempel ke lantai: dahi beserta hidung, dua telapak tangan, dua lutut dan ujung jari kedua kaki (Shahih al-Bukhari 812, Shahih Muslim 490). Baca tiga kali:

    سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

    Subhana rabbiyal a'la wa bihamdih

    Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi, dan dengan memuji-Nya.

    Shahih Muslim 772 (tanpa “wa bihamdih”); dengan tambahan itu: Sunan Abu Dawud 870

    Saat sujud, seorang hamba paling dekat dengan Tuhannya, maka perbanyak doa (Shahih Muslim 482).

  9. Duduk di antara dua sujud

    Ucapkan Allahu akbar dan duduk iftirasy (duduk di atas kaki kiri, kaki kanan ditegakkan) dengan tenang. Baca:

    رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاجْبُرْنِي وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِي وَاهْدِنِي وَعَافِنِي

    Rabbighfirli warhamni wajburni warfa'ni warzuqni wahdini wa 'afini

    Ya Tuhanku, ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupkanlah aku, angkatlah derajatku, berilah aku rezeki, berilah aku petunjuk, dan berilah aku kesehatan.

    Gabungan lafal riwayat Jami' at-Tirmidzi 284, Sunan Abu Dawud 850 dan Sunan Ibnu Majah 898

  10. Sujud kedua

    Ucapkan Allahu akbar dan sujud lagi seperti sujud pertama, membaca Subhana rabbiyal a'la wa bihamdih tiga kali. Dengan ini rakaat pertama selesai. Mazhab Syafi'i menganjurkan duduk sebentar (duduk istirahat) sebelum berdiri ke rakaat berikutnya (Shahih al-Bukhari 823).

  11. Berdiri ke rakaat kedua

    Ucapkan Allahu akbar dan berdiri. Ulangi langkah 4 sampai 10: Al-Fatihah, surat, rukuk, i'tidal, dua sujud dan duduk di antaranya. Doa iftitah tidak dibaca lagi. Pada sholat Subuh, baca qunut saat i'tidal rakaat kedua.

  12. Tasyahud

    Setelah sujud kedua di rakaat kedua, duduk dan baca tasyahud. Pada tasyahud awal (sholat tiga atau empat rakaat) duduknya iftirasy; pada tasyahud akhir duduknya tawarruk, yaitu pinggul kiri di lantai dan kaki kiri dikeluarkan ke bawah kaki kanan (Shahih al-Bukhari 828). Telunjuk kanan diangkat saat mengucapkan illallah (isyarat telunjuk: Shahih Muslim 580).

    التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ، السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ

    At-tahiyyatul mubarakatush shalawatuth thayyibatu lillah. Assalamu 'alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wa barakatuh. Assalamu 'alaina wa 'ala 'ibadillahish shalihin. Asyhadu an la ilaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadar rasulullah.

    Segala penghormatan, keberkahan, sholawat dan kebaikan adalah milik Allah. Semoga keselamatan tercurah kepadamu, wahai Nabi, juga rahmat Allah dan berkah-Nya. Semoga keselamatan tercurah kepada kami dan kepada hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.

    Tasyahud Ibnu Abbas, yang dipilih mazhab Syafi'i · Shahih Muslim 403

  13. Membaca shalawat

    Pada tasyahud akhir, lanjutkan dengan shalawat kepada Nabi ﷺ:

    اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

    Allahumma shalli 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad, kama shallaita 'ala Ibrahim wa 'ala ali Ibrahim, innaka hamidun majid. Allahumma barik 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad, kama barakta 'ala Ibrahim wa 'ala ali Ibrahim, innaka hamidun majid.

    Ya Allah, limpahkanlah sholawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau limpahkan sholawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim; sesungguhnya Engkau Maha Terpuji, Maha Mulia. Ya Allah, limpahkanlah berkah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau limpahkan berkah kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim; sesungguhnya Engkau Maha Terpuji, Maha Mulia.

    Shalawat Ibrahimiyah · Shahih al-Bukhari 3370 (Ka'ab bin Ujrah)

    Banyak orang di Indonesia menambahkan kata sayyidina sebagai adab; lafal dalam hadits tanpa tambahan itu. Pada tasyahud awal, mazhab Syafi'i cukup membaca Allahumma shalli 'ala Muhammad.

  14. Berdoa sebelum salam

    Sebelum salam, berdoalah. Nabi ﷺ memerintahkan doa perlindungan dari empat perkara ini setelah tasyahud akhir:

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

    Allahumma inni a'udzu bika min 'adzabi jahannam, wa min 'adzabil qabri, wa min fitnatil mahya wal mamat, wa min syarri fitnatil masihid dajjal.

    Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari azab Jahanam, dari azab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari keburukan fitnah Al-Masih Ad-Dajjal.

    Shahih Muslim 588 (Abu Hurairah)

    Atau doa dari Al-Qur'an ini:

    رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Rabbana atina fid dunya hasanah, wa fil akhirati hasanah, wa qina 'adzaban nar

    Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.

    QS. Al-Baqarah 2:201 · lihat ayat

  15. Salam

    Menoleh ke kanan sambil mengucapkan salam, lalu ke kiri (Shahih Muslim 582). Sholat Anda selesai.

    السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ

    Assalamu 'alaikum wa rahmatullah

    Semoga keselamatan dan rahmat Allah tercurah kepada kalian.

Pendapat mazhab lain

Bersedekap: Hanafi di bawah pusar; Syafi'i dan Hanbali di bawah dada; banyak pengikut Maliki melepas tangan di samping badan. Mengangkat tangan: Syafi'i dan Hanbali juga mengangkat tangan sebelum dan sesudah rukuk (Shahih al-Bukhari 735), sedangkan Hanafi hanya saat takbiratul ihram. Basmalah dan amin dibaca pelan oleh Hanafi. Tidak ada satu pun perbedaan ini yang membatalkan sholat.

Doa qunut Subuh

Dalam mazhab Syafi'i, qunut dibaca pada i'tidal rakaat kedua sholat Subuh, setelah Rabbana lakal hamdu, sambil mengangkat kedua tangan. Dasarnya antara lain hadits Anas bin Malik yang ditanya apakah Nabi ﷺ berqunut di sholat Subuh; ia menjawab ya, sesudah rukuk (Shahih al-Bukhari 1001). Bacaan yang dipakai:

اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ

Allahummahdini fiman hadait, wa 'afini fiman 'afait, wa tawallani fiman tawallait, wa barik li fima a'thait, wa qini syarra ma qadhait, fa innaka taqdhi wa la yuqdha 'alaik, wa innahu la yadzillu man walait, tabarakta rabbana wa ta'alait.

Ya Allah, berilah aku petunjuk bersama orang-orang yang Engkau beri petunjuk, berilah aku kesehatan bersama orang-orang yang Engkau beri kesehatan, uruslah aku bersama orang-orang yang Engkau urus, berkahilah apa yang Engkau berikan kepadaku, dan lindungilah aku dari keburukan apa yang Engkau tetapkan. Sesungguhnya Engkaulah yang menetapkan dan tidak ada yang menetapkan atas-Mu. Sungguh tidak akan hina orang yang Engkau bela. Mahaberkah Engkau, wahai Tuhan kami, dan Mahatinggi.

Diajarkan Nabi ﷺ kepada Al-Hasan bin Ali · Sunan Abu Dawud 1425, Jami' at-Tirmidzi 464, Sunan an-Nasa'i 1745

Imam memakai bentuk jamak (Allahummahdina...) dan makmum mengaminkan. Banyak orang menambahkan pujian dan shalawat di akhirnya. Setelah qunut, langsung sujud.

Pendapat mazhab lain

Hanafi dan Hanbali tidak membaca qunut Subuh secara rutin, hanya qunut nazilah saat musibah; Maliki membacanya pelan sebelum rukuk. Jika menjadi makmum, ikuti imam Anda.

Sholat tiga dan empat rakaat

Untuk Maghrib (3 rakaat) serta Dzuhur, Ashar dan Isya (4 rakaat), kerjakan dua rakaat pertama seperti di atas. Pada rakaat kedua, duduk tasyahud awal (iftirasy), baca tasyahud dan Allahumma shalli 'ala Muhammad, lalu berdiri sambil bertakbir dan mengangkat tangan untuk rakaat ketiga.

Pada rakaat ketiga dan keempat sholat fardhu, cukup baca Al-Fatihah tanpa surat. Setelah rakaat terakhir, duduk tawarruk, baca tasyahud, shalawat Ibrahimiyah dan doa, lalu salam.

Subuh serta dua rakaat pertama Maghrib dan Isya dibaca keras (jahr) oleh imam; Dzuhur dan Ashar dibaca pelan (sirr).

Jumlah rakaat sholat

Kelima sholat fardhu berjumlah 17 rakaat. Sholat sunnah rawatib adalah yang rutin dikerjakan Nabi ﷺ: “Barang siapa sholat dua belas rakaat dalam sehari semalam, dibangunkan untuknya rumah di surga” (Shahih Muslim 728). Sepuluh rakaat yang paling dijaga beliau disebut Ibnu Umar (Shahih al-Bukhari 1180). Tabel ini mengikuti mazhab Syafi'i; angka dalam kurung adalah tambahan yang dianjurkan.

Jumlah rakaat sholat lima waktu dan sholat sunnah rawatib (mazhab Syafi'i)
SholatQabliyahFardhuBa'diyahBacaan
Subuh2 muakkad2—jahr (keras)
Dzuhur2 muakkad (+2)42 muakkad (+2)sirr (pelan)
Ashar2 atau 4 (ghairu muakkad)4—sirr (pelan)
Maghrib2 (ghairu muakkad)32 muakkad2 rakaat pertama jahr
Isya2 (ghairu muakkad)42 muakkad, lalu witir2 rakaat pertama jahr
Pendapat mazhab lain

Hanafi menghitung empat rakaat muakkad sebelum Dzuhur, dan menganggap witir wajib tiga rakaat. Mazhab lain menganggap witir sunnah muakkadah.

Sholat witir

Witir dikerjakan setelah Isya sampai sebelum Subuh, dan dijadikan sholat terakhir di malam hari (Shahih al-Bukhari 998). Dalam mazhab Syafi'i hukumnya sunnah muakkadah: paling sedikit satu rakaat, paling banyak sebelas. Yang paling umum di Indonesia adalah tiga rakaat: dua rakaat lalu salam, kemudian satu rakaat lalu salam. Pada separuh akhir Ramadhan, mazhab Syafi'i membaca qunut di rakaat terakhir witir. Panduan lebih lengkap (bahasa Inggris): Witr.

Tanya jawab

Apakah niat sholat harus dilafalkan?

Tidak. Niat tempatnya di hati, dan sholat sah dengan niat di hati (Shahih al-Bukhari 1). Dalam mazhab Syafi'i, melafalkan niat dengan pelan sebelum takbir dianggap sunnah untuk membantu hati. Sebagian ulama lain, terutama dari kalangan Maliki dan Hanbali, memandang hal itu tidak dianjurkan karena tidak dicontohkan Nabi. Kedua pendapat sepakat bahwa yang wajib adalah niat di hati.

Apakah qunut Subuh wajib?

Tidak wajib. Dalam mazhab Syafi'i, qunut Subuh adalah sunnah ab'adh: jika terlupa, sholat tetap sah dan diganti dengan sujud sahwi sebelum salam. Mazhab Hanafi dan Hanbali tidak membacanya secara rutin, kecuali qunut nazilah saat musibah. Jika menjadi makmum, ikuti imam.

Bagaimana jika saya belum hafal Al-Fatihah?

Mulailah sholat sekarang sambil belajar. Seseorang berkata kepada Nabi ﷺ bahwa ia belum mampu menghafal Al-Qur'an, lalu beliau mengajarinya membaca Subhanallah, walhamdu lillah, wa la ilaha illallah, wallahu akbar, wa la haula wa la quwwata illa billah (Sunan Abu Dawud 832). Hafalkan Al-Fatihah secepat yang Anda mampu.

Apa saja yang membatalkan sholat?

Berbicara dengan sengaja, makan atau minum, tertawa keras, dada berpaling dari kiblat, batal wudhu, atau meninggalkan rukun seperti rukuk dan sujud. “Dalam sholat ini tidak pantas ada perkataan manusia” (Shahih Muslim 537).

Bagaimana jika lupa jumlah rakaat?

Ambil jumlah yang paling sedikit karena itu yang yakin, sempurnakan sholat, lalu sujud sahwi dua kali sebelum salam (Shahih Muslim 571). Panduan lengkapnya dalam bahasa Inggris: Sajdah sahw.

Bagaimana mengganti sholat yang tertinggal?

Sholat fardhu yang tertinggal diqadha, disertai taubat. Jika jumlahnya tidak diketahui, perkirakan dengan jujur. Kalkulator qadha sholat membantu membuat perkiraan itu.

Alat lain dalam bahasa Indonesia

Sholat tepat waktu, setiap hari

Niyat memberi jadwal sholat yang akurat untuk kota Anda dengan notifikasi adzan, kompas kiblat, Al-Qur'an dengan audio dan terjemahan per kata, serta kumpulan doa. Salah Lock bisa mengunci aplikasi yang mengganggu sampai Anda sholat.

Unduh Niyat untuk iPhone Dapatkan di Google Play Rating 4.9 · aplikasi Islami #1 untuk sholat, Al-Qur'an dan doa

Panduan ini menjelaskan tata cara yang umum beserta sumbernya, bukan fatwa. Untuk keadaan khusus, tanyakan kepada ustadz atau ulama yang Anda percayai. English version.